Topan Noul Landa Hong Kong, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
M-Radar News,
Topan Noul menerjang Hong Kong pada akhir pekan lalu, menyebabkan lebih dari 350 penerbangan dibatalkan, sejumlah objek wisata ditutup, dan layanan kereta api termasuk Kereta Cepat ke China dihentikan. Topan yang merupakan siklon tropis ke-12 tahun ini itu membawa hujan deras dan angin kencang ke wilayah tersebut.
Otoritas Bandara Hong Kong mengatakan operasi telah kembali normal pada Senin dan diperkirakan menangani 900 penerbangan sepanjang hari. Namun, setidaknya belasan penerbangan tertunda pada Senin, dan puluhan penumpang masih menunggu di bandara untuk penerbangan pengganti sejak Minggu malam.
Sementara itu, hotel-hotel di Hong Kong tetap beroperasi untuk memastikan keselamatan tamu. Manajer Umum The Fullerton Ocean Park Hotel Hong Kong, Christina Cheng, mengatakan tim hotel membantu tamu yang terkena dampak dengan perpanjangan masa menginap dan memberikan informasi terkini tentang transportasi dan gangguan penerbangan.
“Kami telah mengadopsi pendekatan yang fleksibel dengan membantu tamu yang terkena dampak melakukan perubahan reservasi dan alternatif tanggal perjalanan,” ujar Cheng. Ia menambahkan bahwa timnya terus berkomunikasi secara dekat untuk memberikan bantuan tepat waktu.
General Manager The Hari Hong Kong, Edward E Snoeks, mengatakan hotel menawarkan perubahan tanggal dan penundaan, tergantung ketersediaan, serta bantuan pengaturan akomodasi alternatif. “Tim Reservasi kami tetap menjalin komunikasi erat dengan tamu dan mitra perjalanan untuk meminimalkan ketidaknyamanan,” kata Snoeks.
Regal Hotels Group yang memiliki dua hotel terhubung bandara dengan total lebih dari 2.300 kamar membantu penumpang yang terlantar dengan proses check-in cepat. Chief Commercial Officer Regal Hotels International, Balwin Yeung, mengatakan pengalaman panjang dalam menangani gangguan penerbangan membuat perjalanan tamu menjadi lancar meskipun ada gangguan.
Topan Noul sebelumnya menerjang China daratan, memaksa evakuasi sekitar 900.000 orang di Provinsi Guangdong. Badan cuaca nasional China melaporkan topan itu melemah menjadi depresi tropis pada Minggu malam dan bergerak ke Provinsi Hunan pada Senin pagi.
Di Hunan, hujan lebat mengguyur 19 wilayah di 10 daerah setingkat kabupaten di kota-kota seperti Chenzhou, Changde, dan Shaoyang. Curah hujan tertinggi tercatat di Xinfang, Chenzhou, mencapai 223,1 milimeter. Angin kencang dengan kekuatan di atas 8 skala Beaufort tercatat di 144 stasiun cuaca di seluruh Hunan.
Direktur Divisi Tanggap Darurat dan Mitigasi Bencana Biro Meteorologi Hunan, Tang Jie, mengatakan meskipun Topan Noul telah melemah, sirkulasi residunya masih bertahan di Hunan. Ia memperingatkan potensi hujan deras lokal dan cuaca konvektif parah, terutama di daerah pegunungan yang rawan bencana geologi.
Di Chenzhou, otoritas setempat telah merelokasi lebih dari 44.300 orang sebagai bagian dari upaya tanggap darurat. Lebih dari 21.800 petugas dikerahkan untuk membantu pencegahan bencana, dan 53 daerah rawan banjir perkotaan dikendalikan. Otoritas juga menyiapkan perlengkapan pengendalian banjir seperti karung pasir, kerikil, batu, jaket pelampung, dan pelampung.
Di Guangdong, jalan tol dan layanan kereta api ke Beijing, Hong Kong, dan Jiangxi kembali beroperasi normal pada Senin. Topan Noul tercatat sebagai topan terkuat yang melanda China tahun ini.
Sementara itu, kondisi di Afganistan, Bangladesh, dan negara Asia lainnya juga mengalami hujan ekstrem dan banjir bandang dalam pekan terakhir. Di Afganistan, sedikitnya 31 orang tewas dan ratusan hilang akibat banjir. Di Bangladesh, seorang ibu bernama Jesmin Akter kehilangan rumah dan harta bendanya akibat banjir di Chattogram.
Meski demikian, dampak Topan Noul di Hong Kong dan China daratan masih menjadi perhatian utama. Para pejabat terus memantau sirkulasi residu topan yang masih bertahan di beberapa wilayah.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











