30 Ribu Lebih Warga Pandeglang Terserang ISPA
M-Radar News, PANDEGLANG – Sebanyak 30.636 warga Pandeglang terserang ISPA pada Januari-Juni 2026. Dinkes mengingatkan ancaman penyakit ini masih tinggi akibat asap rokok, polusi, dan pancaroba.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pandeglang, Dian Handayan, mengatakan anak-anak dan lanjut usia menjadi kelompok paling rentan. “Balik lagi ke kekebalan tubuhnya, bisa juga pengaruh paparan asap rokok atau polusi udara,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Dinkes mencatat 5.239 kasus ISPA pada Juni 2026, turun dibandingkan 6.768 kasus pada Mei 2026. Secara keseluruhan, jumlah kasus semester pertama 2026 juga jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 70.310 kasus.
Meski tren menurun, Dian meminta masyarakat tetap waspada. Perubahan cuaca saat pancaroba dan kondisi udara lembap pada musim hujan mempermudah virus berkembang dan menyebar. “Pada musim hujan, virus lebih mudah berkembang di udara yang lembap sehingga lebih banyak orang terserang ISPA,” jelasnya.
Selain itu, Dian mengingatkan para perokok agar tidak merokok di dekat balita, ibu hamil, maupun anggota keluarga lainnya. Asap rokok menjadi salah satu pemicu utama gangguan saluran pernapasan. “Kalau tetap merokok, lakukan di ruang terbuka. Jangan merokok di dekat balita maupun ibu hamil,” tegasnya.
Untuk menekan lonjakan kasus, Dinkes mengerahkan seluruh puskesmas menjalankan edukasi kesehatan, pencegahan, dan pelayanan pengobatan bagi masyarakat. “Kami terus mengoptimalkan upaya promotif dan preventif melalui seluruh puskesmas agar masyarakat lebih memahami cara mencegah ISPA sekaligus mendapatkan pelayanan pengobatan,” tandasnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












