Didatangi Petugas, Ipda Purnomo Tutup Monetisasi YouTube ‘Purnomo Belajar Baik’

Didatangi Petugas, Ipda Purnomo Tutup Monetisasi YouTube 'Purnomo Belajar Baik'

M-Radar News – Ipda Purnomo, Kanit Binpolmas Satbinmas Polres Lamongan sekaligus pemilik kanal YouTube ‘Purnomo Belajar Baik’, mengumumkan penonaktifan monetisasi atau AdSense pada akun YouTube miliknya. Keputusan ini diambil setelah kedatangan petugas dari sebuah instansi yang bukan berasal dari kantor pajak.

Kedatangan Petugas dan Klarifikasi

<pPurnomo menjelaskan bahwa petugas yang datang ke rumahnya bukan dari pihak pajak, meskipun sempat beredar isu sebaliknya di masyarakat. Ia menilai bahwa kedatangan petugas tersebut salah sasaran dan enggan mengungkap identitas instansi demi menghindari ketersinggungan. Pertemuan tersebut berlangsung dengan pertanyaan mendetail mengenai penghasilan dari YouTube, status kendaraan, harga elektronik, hingga biaya operasional bulanan seperti tagihan Wi-Fi.

Karena banyaknya pertanyaan, Purnomo memilih menyerahkan rekening koran dan akses kanal YouTube untuk diperiksa langsung oleh petugas tersebut. Ia menegaskan bahwa penghasilan yang diperoleh selama ini berasal dari aktivitas konten sosial dan bukan untuk keuntungan pribadi semata.

Alasan Penonaktifan Monetisasi

Awalnya Purnomo berniat menutup akun YouTube-nya akibat kejadian tersebut, namun mendapat masukan dari masyarakat agar kanal tetap dipertahankan. Akhirnya, ia memilih menonaktifkan AdSense agar niat sosial dalam membuat konten tetap terjaga tanpa adanya prasangka negatif dari publik.

“Saya tidak ingin ada yang beranggapan saya membuat konten hanya untuk mendapatkan uang dari YouTube. Saya ingin kegiatan ini benar-benar ikhlas dan demi kebaikan sosial,” kata Purnomo.

Pendapatan dari AdSense YouTube-nya berkisar Rp 20-25 juta per bulan, jumlah yang dianggap kecil dibandingkan kebutuhan dana untuk membantu aksi sosial seperti donasi dan bedah rumah warga. Purnomo juga menyatakan bahwa jika monetisasi kembali diaktifkan, seluruh penghasilan akan dialihkan ke rekening organisasi sosial atau yayasan keagamaan, bukan ke kantong pribadinya.

Tanggapan Direktorat Jenderal Pajak

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur II melalui Humas Kanwil, Karsita, memberikan klarifikasi bahwa DJP tidak pernah mengirim petugas untuk mendatangi Ipda Purnomo. Purnomo juga diketahui sebagai wajib pajak yang taat. Pernyataan ini sekaligus meluruskan isu yang sempat berkembang di masyarakat terkait kedatangan petugas pajak.

Makna dan Dampak dari Keputusan Purnomo

Keputusan Ipda Purnomo menonaktifkan monetisasi YouTube merupakan langkah untuk menjaga transparansi dan ketulusan dalam aktivitas sosialnya. Kanal ‘Purnomo Belajar Baik’ tetap berjalan sebagai media untuk menginspirasi dan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan sosial tanpa motivasi finansial langsung dari pendapatan YouTube.

Langkah ini juga menjadi contoh bagaimana figur publik dapat memisahkan antara kegiatan sosial dengan potensi komersial, sekaligus memberikan kejelasan kepada publik atas niat baik yang dijalankan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup