Lindungi Ojol Perempuan, Pemkot Surabaya Perkuat Pemberdayaan dan Perlindungan

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terus memperkuat perlindungan sekaligus pemberdayaan bagi pengemudi ojek online (ojol) perempuan.

M-Radar News, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terus memperkuat perlindungan sekaligus pemberdayaan bagi pengemudi ojek online (ojol), khususnya ojol perempuan.

Program tersebut diwujudkan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan usaha agar para pengemudi memiliki sumber penghasilan alternatif.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, perhatian pemerintah tidak hanya ditujukan kepada pengemudi ojol perempuan, tetapi juga seluruh pengemudi ojol di Surabaya.

“Jadi ojol yang menjadi perhatian kita tidak hanya Srikandi, tetapi Arjunanya juga kita perhatikan,” ujar Agus Hebi, pada Sabtu (1/8/2026).

Berdasarkan data Disperinaker Surabaya, jumlah pengemudi ojol di Kota Pahlawan mencapai sekitar 21.000 hingga 22.000 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.008 orang merupakan pengemudi perempuan.

Menurut Agus Hebi, tingginya risiko pekerjaan di jalan menjadi alasan utama Pemkot Surabaya memberikan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan kepada para pengemudi.

“Seluruh pengemudi yang menjadi sasaran program kami daftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik perempuan maupun laki-laki,” katanya.

Sejak Januari hingga Agustus 2026, lebih dari 10 pengemudi ojol telah menerima manfaat program tersebut. Manfaat yang diberikan meliputi santunan kematian hingga beasiswa pendidikan bagi anak korban sampai jenjang perguruan tinggi.

Ia menegaskan, program tersebut bertujuan memberikan perlindungan bagi keluarga pengemudi sekaligus mencegah munculnya kemiskinan baru ketika pencari nafkah mengalami musibah.

Selain perlindungan sosial, Disperinaker juga membuka berbagai pelatihan keterampilan, seperti menjahit dan usaha rumahan, bagi pengemudi ojol perempuan. Bantuan peralatan akan diupayakan melalui kerja sama dengan perangkat daerah terkait maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Namun, Agus Hebi menilai, keberhasilan pemberdayaan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan peralatan. Pendampingan berkelanjutan dan perubahan pola pikir menjadi faktor penting agar usaha yang dijalankan dapat berkembang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati mengatakan, program pemberdayaan juga menyasar perempuan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi.

Menurutnya, pendampingan terhadap pengemudi ojol perempuan telah dimulai sejak 2025. Saat itu sekitar 150 peserta mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari tata boga, tata rias (makeup artist/MUA), hingga pemeriksaan kesehatan reproduksi bekerja sama dengan rumah sakit.

Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi agar pengemudi ojol perempuan tidak sepenuhnya bergantung pada pekerjaan di jalan dan memiliki peluang memperoleh penghasilan dari rumah.

Meski demikian, Ida mengakui proses pemberdayaan membutuhkan waktu. Tantangan terbesar adalah membangun motivasi dan semangat berwirausaha karena penghasilan sebagai pengemudi ojol dapat diperoleh setiap hari, sedangkan usaha hasil pelatihan memerlukan proses hingga mampu menghasilkan keuntungan.

Ia mencontohkan, Pemkot Surabaya pernah mendampingi pasangan suami istri pengemudi ojol yang memiliki anak dengan kebutuhan pengobatan rutin.

Berbagai bantuan telah diberikan, mulai dari pelatihan menjahit, bantuan mesin jahit, hingga akses program padat karya. Namun, perkembangan usaha mereka masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

“Karena itu, penguatan motivasi dan pendampingan berkelanjutan masih menjadi pekerjaan rumah agar program pemberdayaan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga pengemudi ojol perempuan,” pungkasnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup