Warga Binaan Lapas Meulaboh Panen Perdana Lele Capai 358 Kilogram
M-Radar News, Lapas Kelas IIB Meulaboh berhasil memanen 358 kilogram ikan lele dari program budidaya perikanan yang dikelola warga binaan. Panen perdana ini digelar pada Senin, 13 Juli 2026, di area sarana edukasi dan asimilasi lapas.
Program pembinaan kemandirian bidang perikanan ini berlangsung selama 1 bulan 25 hari sejak pelepasan bibit. Sebanyak empat kolam budidaya dikelola langsung oleh warga binaan dengan pendampingan petugas pemasyarakatan.
Kalapas Meulaboh, Tendi Kustendi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Menurutnya, program ini diakselerasi untuk mendukung program Asta Cita Presiden terkait ketahanan pangan sekaligus mengimplementasikan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Program ini sengaja kita akselerasikan untuk mendukung penuh program Asta Cita Presiden Republik Indonesia terkait ketahanan pangan, sekaligus mengimplementasikan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Tendi di sela-sela kegiatan panen.
Tendi menjelaskan, maksud dan tujuan utama program pembinaan ini adalah membekali warga binaan dengan keterampilan berwirausaha praktis yang bernilai ekonomi tinggi. Dengan pendampingan petugas, warga binaan dilatih memahami tata cara budidaya yang baik dan benar agar siap diaplikasikan setelah bebas.
“Harapan kami, melalui program ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan kesibukan yang positif selama menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki keahlian nyata. Ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka bisa mandiri, membuka peluang usaha sendiri, dan tidak lagi mengulangi tindak pidana,” tambah Kalapas Meulaboh tersebut.
Seluruh proses pemeliharaan, mulai dari pemberian pakan hingga perawatan kebersihan kolam, dilakukan langsung oleh warga binaan. Petugas pemasyarakatan memberikan pendampingan dan pengawasan ketat selama proses budidaya.
Hasil panen sebanyak 358 kilogram ini langsung dipasarkan untuk memenuhi permintaan pasar lokal di wilayah Meulaboh dan sekitarnya. Keberhasilan ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga binaan yang terlibat.
Keuntungan atau laba dari penjualan ikan lele disalurkan kembali kepada warga binaan dalam bentuk premi atau upah kerja. Hal ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk terus produktif dan aktif mengikuti program pembinaan di Lapas Kelas IIB Meulaboh.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












