Finalis Raka Raki Jatim 2026 Dicabut Gelarnya Akibat Dugaan Permintaan Aborsi
M-Radar News, Gresik – Gelar runner-up dalam Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur (Jatim) 2026, dicabut dari Tio Ferdian Rahmana menyusul dugaan permintaan aborsi terhadap pacarnya.
Keputusan ini diambil melalui sidang kode etik yang melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim, Ikatan Raka Raki Jawa Timur, dan pihak terkait lainnya, pada Selasa (11/8/2026).
Sidang etik yang digelar membahas pelanggaran kode etik yang diduga dilakukan Tio Ferdian Rahmana, runner-up Raka Raki Jatim 2026. Hasil rapat menetapkan pencabutan statusnya sebagai Wakil 1 Raka Jawa Timur Tahun 2026.
Selain itu, Tio Ferdian diwajibkan untuk mengembalikan seluruh atribut dan hadiah yang diterima selama masa jabatannya.
Keputusan tersebut tercantum dalam surat resmi bernomor 500.13.4.1118.42026 tanggal 11 Agustus 2026. Sidang dihadiri oleh berbagai pihak termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim, Dewan Juri Grand Final Raka Raki 2026, Ikatan Raka Raki Jawa Timur, Paguyuban Cak Ning Kota Surabaya, serta psikolog.
Dugaan ini muncul setelah beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga melibatkan Tio dengan pacarnya. Dalam percakapan tersebut, Tio diduga meminta pacarnya untuk menggugurkan kandungan di Singapura.
Isu ini menjadi perhatian publik dan memicu tindakan cepat dari penyelenggara acara untuk melakukan sidang etik.
Respons Pihak Penyelenggara
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari mengonfirmasi, bahwa sidang kode etik telah dilakukan dan keputusan pencabutan gelar sudah final.
Evy menegaskan, bahwa Tio dibebaskan dari seluruh hak dan kewajiban sebagai Wakil 1 Raka Jatim Tahun 2026. Pihak penyelenggara juga memutuskan tidak akan menunjuk pengganti untuk posisi tersebut sebagai bentuk konsekuensi atas pelanggaran kode etik.
Implikasi dan Tindakan Lanjutan
Pencabutan gelar ini mencerminkan komitmen penyelenggara dalam menjaga integritas dan etika dalam pemilihan duta wisata. Keputusan tegas diambil demi melindungi reputasi acara dan memberikan contoh bahwa pelanggaran kode etik tidak akan ditoleransi.
Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Tio Ferdian Rahmana terkait pencabutan gelar dan dugaan yang menimpanya. Perkembangan kasus ini akan terus dipantau untuk memastikan transparansi dan keadilan bagi semua pihak yang terkait.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












