Tiger Beer Siap Menghentikan Produksi di Singapura, Pindah ke Malaysia dan Vietnam

Tiger Beer Siap Menghentikan Produksi di Singapura, Pindah ke Malaysia dan Vietnam

M-Radar News, Singapura – Tiger Beer akan menghentikan operasi produksinya di Singapura pada akhir tahun 2027 dan memindahkan proses pembuatan bir ke fasilitas baru di Malaysia dan Vietnam. Langkah ini terjadi setelah 42 tahun bagi Thomas Heng, seorang teknisi senior berusia 64 tahun, yang mengabdi di pabrik bir tersebut.

Keputusan ini berdampak pada sekitar 130 pekerja produksi, termasuk 50 pekerja asing, dari total 530 karyawan Asia Pacific Breweries Singapore (APBS) yang juga memproduksi bir Heineken untuk pasar Singapura. Beberapa staf yang tersisa akan menempati posisi dengan peran yang disesuaikan.

Alasan utama pemindahan ini adalah usia peralatan produksi dan pengemasan di pabrik Tuas yang sudah sangat tua. Mengganti mesin-mesin tersebut diperkirakan memerlukan biaya setara pembangunan pabrik baru, sehingga pemindahan ke fasilitas yang lebih modern di Malaysia dan Vietnam dianggap sebagai solusi terbaik.

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1932, Tiger Beer telah menjadi salah satu produk yang sangat dikenal dan menjadi bagian dari identitas nasional Singapura. Kabar penghentian produksi lokal ini memicu perdebatan mengenai apakah merek tersebut akan kehilangan identitasnya jika tidak lagi diproduksi di Singapura.

Meski begitu, para ahli industri dan karyawan yakin bahwa esensi Tiger Beer tetap terjaga meskipun produksi dipindahkan. Bagi banyak pekerja, terutama mereka yang telah lama berkarya di pabrik tersebut, perubahan ini bukan hanya soal pekerjaan, tapi juga menyangkut kebanggaan dan identitas profesional yang melekat erat dengan merek tersebut.

Pemindahan produksi ini menjadi bagian dari tren restrukturisasi di berbagai sektor yang semakin sering terjadi, namun bagi komunitas Tiger Beer, dampaknya terasa sangat mendalam mengingat sejarah panjang dan hubungan emosional dengan produk tersebut.

Dengan langkah ini, Tiger Beer berupaya menjaga kualitas produk sekaligus mengoptimalkan efisiensi produksi melalui fasilitas yang lebih modern di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Malaysia dan Vietnam.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup