Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh, Ketimpangan di Desa dan Perkotaan Meningkat
M-Radar News – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada paruh pertama tahun 2026 mencatat kenaikan di atas 5 persen, namun ketimpangan sosial-ekonomi masih menganga lebar antara kelompok masyarakat. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Gini Ratio nasional meningkat dari 0,363 pada September 2025 menjadi 0,368 pada Maret 2026, menandakan ketimpangan pendapatan semakin memburuk.
Kondisi ketimpangan lebih tajam di wilayah perkotaan dengan Gini Ratio 0,387, sementara di perdesaan masih tercatat 0,296, walaupun keduanya mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi lebih banyak dirasakan oleh kelompok ekonomi atas, sementara penduduk miskin di desa justru menghadapi kesulitan bertambah, terutama akibat pengurangan dana desa dan bantuan sosial yang minim.
Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum mencerminkan pemerataan kesejahteraan. Ia mengungkapkan bahwa beberapa program pemerintah, seperti Makan Siang Sekolah Bergizi, cenderung mengalirkan manfaat ke kelompok yang sudah mampu, dan pemangkasan belanja daerah memperparah kondisi kemiskinan di desa. Indeks keparahan kemiskinan di pedesaan tercatat meningkat sebesar 6 persen, menandakan kesenjangan di kalangan penduduk miskin semakin melebar.
Dalam sektor ketenagakerjaan, meskipun ada peningkatan jumlah pekerja dan wirausaha, kualitas pekerjaan masih menjadi perhatian. Kebanyakan pekerja baru memiliki jam kerja di bawah 35 jam per minggu atau bekerja secara tidak tetap. Perlindungan jaminan sosial dan kesehatan kerja juga menurun sejak diberlakukannya UU Cipta Kerja, dengan persentase pekerja tanpa jaminan pensiun, kematian, dan kecelakaan kerja yang signifikan.
Seiring dengan tantangan ketimpangan ini, beberapa daerah di Indonesia melakukan upaya untuk memperkuat pembangunan desa dan peningkatan sumber daya manusia. Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, misalnya, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan Indeks Desa 2026 untuk mempercepat pemutakhiran data sebagai dasar pengukuran kemajuan dan kemandirian desa. Indeks Desa menjadi instrumen penting dalam perencanaan pembangunan desa yang lebih terarah dan tepat sasaran.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Majalengka meluncurkan program inovatif melalui kerja sama dengan Universitas Teknologi Bandung (UTB) untuk mengembangkan Program Satu Desa Satu Sarjana. Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat kurang mampu untuk kuliah sambil bekerja di Jepang, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengentaskan kemiskinan.
Dalam menghadapi tantangan lingkungan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca untuk mengisi waduk-waduk di Indonesia sebagai antisipasi fenomena El Niño kuat yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus-September 2026. Langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan air bagi pertanian, energi, dan kebutuhan masyarakat yang rentan terdampak krisis air dan kebakaran hutan.
Ketimpangan ekonomi yang melebar di tengah pertumbuhan ekonomi yang pesat menjadi peringatan bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan agar manfaat pembangunan dapat dinikmati lebih merata. Fokus pada penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja inklusif, pemerataan investasi, dan perlindungan sosial yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di desa, menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











