Tijjani Reijnders Ungkap Alasan Tinggalkan Manchester City dan Bergabung dengan Al-Qadsiah
M-Radar News – Gelandang asal Belanda, Tijjani Reijnders, resmi meninggalkan Manchester City setelah satu musim memperkuat klub tersebut. Keputusan ini diambil karena Reijnders mengalami kesulitan mendapatkan waktu bermain yang konsisten sesuai harapannya sejak bergabung pada tahun 2025.
Reijnders tercatat tampil sebanyak 47 kali di semua kompetisi untuk Manchester City, dengan 31 penampilan sebagai starter, serta mencetak tujuh gol dan tujuh assist. Namun, posisi dan peran yang dijalankan di Manchester City tidak sepenuhnya sesuai dengan preferensinya, berbeda dengan saat ia bermain untuk AC Milan, klub sebelumnya, di mana ia terbiasa bermain lebih dalam.
Pelatih Enzo Maresca menilai bahwa keinginan Reijnders untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak merupakan alasan utama di balik keputusannya meninggalkan Manchester City. Maresca memahami situasi tersebut karena wajar bagi pemain yang ingin menunjukkan kemampuan secara maksimal dengan bermain secara reguler.
Reijnders kini telah mencapai kesepakatan dengan klub Liga Pro Saudi, Al-Qadsiah. Transfer ini masih menunggu proses resmi, termasuk pemeriksaan medis. Nilai transfer dikabarkan mencapai sekitar 52 juta poundsterling (sekitar 61 juta Euro), lebih tinggi dari harga pembelian Manchester City dari AC Milan sebesar 46,5 juta poundsterling.
Selain nilai transfer yang signifikan, Reijnders juga akan mendapatkan kontrak menggiurkan di Al-Qadsiah. Klub asal Arab Saudi tersebut menawarkan gaji sekitar 20 juta Euro per musim dengan kontrak selama empat tahun plus opsi perpanjangan satu musim. Jika Reijnders menjalani seluruh masa kontraknya, total pendapatannya diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta Euro atau setara dengan Rp 2 triliun.
Kepindahan ini juga merupakan bagian dari perombakan skuad Manchester City yang tengah mempersiapkan kedatangan beberapa gelandang baru. Reijnders sendiri memiliki kontrak hingga 2030, namun memilih untuk hengkang demi mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak dan tawaran finansial yang jauh lebih baik.
Al-Qadsiah yang kini dilatih oleh Brendan Rodgers, mantan pelatih Liverpool dan Celtic, berambisi memperkuat tim dengan pemain-pemain top guna bersaing di papan atas Liga Pro Arab Saudi. Kehadiran Reijnders diharapkan dapat meningkatkan kualitas lini tengah klub tersebut.
Perpindahan Tijjani Reijnders ke Al-Qadsiah menjadi salah satu transfer menonjol di bursa musim panas 2026, menandai babak baru dalam karier pemain berdarah Indonesia-Belanda ini di kancah sepak bola internasional.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.










