Kebakaran Mal Nipah Makassar Diduga Akibat Korsleting Listrik, Operasional Tetap Berjalan Normal
M-Radar News, Makassar – Kebakaran terjadi di Mal Nipah Park Makassar pada Minggu malam, 9 Agustus 2026, yang diduga sementara disebabkan oleh korsleting listrik. Kendati demikian, penyebab pasti insiden ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.
Kebakaran bermula sekitar pukul 21.30 WITA di area lantai tiga dan empat mal, khususnya di gudang Urban yang menjual pakaian dan ruangan wahana permainan. Api pertama kali terlihat oleh staf mal di lantai empat dan bagian fasad gedung yang berada di atas signage salah satu tenant.
Petugas pemadam kebakaran Makassar segera dikerahkan dengan 30 mobil damkar untuk memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih 15 hingga 30 menit hingga api berhasil dikendalikan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun dua orang sempat mengalami keluhan kesehatan dan telah mendapat penanganan medis dari tim BPBD bersama relawan.
Pihak manajemen Mal Nipah dan Kalla Property memastikan situasi di lingkungan mal dan area perkantoran sekitar sudah kembali aman dan kondusif setelah kebakaran.
Operasional mal tetap berjalan normal tanpa pembatasan jam buka, dengan tenant yang tidak terdampak kebakaran melanjutkan aktivitas seperti biasa sejak pagi hari setelah kejadian.
Manajemen masih melakukan pendataan dan penilaian kerugian akibat kebakaran tersebut dan akan menyampaikan informasi resmi setelah seluruh data lapangan terverifikasi. Kebakaran ini menyebabkan kerusakan terutama pada gudang Urban di lantai tiga yang ludes terbakar.
Nipah Park sendiri merupakan mal ramah lingkungan pertama di Indonesia Timur yang dimiliki oleh Kalla Group melalui PT Kalla Inti Karsa. Kejadian kebakaran ini menjadi perhatian penting bagi pengelola dan masyarakat sekitar, mengingat peran mal sebagai pusat perbelanjaan dan perkantoran yang strategis di Kota Makassar.
BPBD Makassar mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai penyebab dan dampak kebakaran tersebut agar tidak menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.










