Penganiaya Bocah di Dairi Rupanya Pengasuh, Motifnya Karena Korban Nakal
M-Radar News, Dairi – Dua bocah laki-laki di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mengalami penganiayaan yang diduga dilakukan oleh pengasuh mereka. Pelaku berinisial RS (52) ditangkap oleh Polres Dairi setelah adanya laporan dan bukti kuat atas tindakan kekerasan yang dialami korban.
Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, mengungkapkan bahwa motif penganiayaan tersebut muncul karena pelaku menganggap kedua bocah, berinisial AGP (7) dan AP (6), sering berperilaku nakal. Akibatnya, pelaku secara spontan melakukan pemukulan terhadap anak-anak tersebut.
“Nakal anaknya. Menurut dia, (korban) nakal. Kan enggak tahu kita nih, menurut dia dibilangnya alasannya (korban) nakal,” ujar Syahril dalam keterangannya pada Jumat (21/8/2026).
Lebih lanjut Syahril menjelaskan bahwa pelaku merupakan pengasuh yang merupakan teman dari ibu kedua anak tersebut, bukan bibi seperti yang awalnya diberitakan. Ibu korban bekerja di luar kota dan menitipkan kedua anaknya kepada RS selama lima tahun dengan kesepakatan upah sebesar Rp 500 ribu setiap minggu. Sementara ayah kedua anak tersebut saat ini sedang menjalani hukuman di penjara terkait kasus narkoba.
“Diasuh sama tersangka sudah lima tahun dengan janji setiap Minggu dikasih upah Rp 500 ribu,” tambah Syahril.
Polisi masih melakukan pendalaman terkait berapa kali tindak penganiayaan terjadi dan sejak kapan pelaku melakukan kekerasan tersebut. Saat ini RS telah ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan melanggar Pasal 35 Undang-Undang Perlindungan Anak yang dapat dikenakan hukuman hingga 10 tahun penjara.
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah viralnya sebuah video yang memperlihatkan bocah AGP (7) mengaku mengalami kekerasan dan disiksa oleh seorang wanita yang sebelumnya disebut sebagai bibinya. Dalam video tersebut, AGP menyampaikan bahwa ayahnya dipenjara karena narkoba dan ibunya tidak diketahui keberadaannya.
“Bapakku di penjara narkoba, mamakku enggak tahu di mana. Aku disiksa di sini,” ungkap AGP dalam video viral tersebut.
Korban saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi yang mulai stabil. Kasus ini menjadi perhatian penting terkait perlindungan anak dan pengawasan terhadap pengasuh anak, terutama dalam situasi keluarga yang memiliki kendala sosial seperti adanya orang tua yang bekerja di luar daerah atau sedang menjalani hukuman.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












