Polisi Pastikan Debt Collector Bawa Senpi Mainan Saat Rampas Motor Ojol di Medan
M-Radar News, Medan – Seorang debt collector di Medan diringkus polisi setelah merampas motor ojek online (ojol) dengan membawa pistol yang ternyata merupakan senjata mainan. Peristiwa ini terjadi di Jalan Wahid Hasyim pada Selasa (1/9/2026) dan melibatkan tujuh debt collector yang bersenjata saat merampas motor korban.
Korban, berinisial R, saat itu sedang menunggu orderan dan didatangi oleh seorang pria yang mengaku motornya mogok. Pria tersebut meminta bantuan korban untuk mendorong motornya tanpa diketahui bahwa dia adalah bagian dari debt collector yang berencana mengambil motor korban. Saat korban mendorong motor tersebut, tiba-tiba datang sekitar tujuh pria yang diduga anggota debt collector dan merampas motor korban. Korban pun berteriak minta tolong.
Warga sekitar yang mendengar teriakan korban segera berdatangan dan memukuli para pelaku. Beberapa pelaku berhasil kabur, namun dua orang tertangkap dan mendapat perlakuan massa. Dalam kericuhan tersebut, salah satu debt collector terlihat mengeluarkan pistol yang ternyata adalah senjata mainan, digunakan untuk menjaga diri saat panik menghadapi massa.
Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Fandi Setiawan, memastikan bahwa pistol yang dibawa oleh pelaku berinisial SS (36) adalah mainan. “Iya (mainan), bukan asli,” ujar Fandi saat dikonfirmasi pada Kamis (3/9/2026). Senjata tersebut biasa dibawa pelaku sebagai alat pengaman diri dan tidak pernah digunakan untuk mengancam secara nyata.
Meski pistolnya mainan, polisi menahan SS karena ditemukan membawa pisau di sepeda motornya. SS dikenakan Undang-Undang Darurat terkait kepemilikan senjata tajam tersebut. Sementara itu, permasalahan antara korban dan debt collector akan diselesaikan secara mandiri oleh kedua pihak.
Peristiwa ini menimbulkan kehebohan di lokasi kejadian karena tindakan para debt collector yang merampas motor dengan cara menyamar dan membawa senjata. Polisi langsung melakukan penanganan dan mengamankan pelaku untuk proses hukum lebih lanjut.
Kasus ini menjadi perhatian karena meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik-praktik debt collector yang menyalahgunakan kekuasaan dan membawa senjata, meskipun dalam kasus ini senjata tersebut hanya mainan. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan segera melaporkan jika terjadi tindakan serupa demi menjaga keamanan bersama.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












