Pria di Surabaya Curi Kursi Taman Pakai Ambulans, Sudah 7 Kali Beraksi
M-Radar News, Surabaya – Seorang pria bernama Naufal Hidayah (30) ditangkap atas kasus pencurian kursi besi taman milik Pemerintah Kota Surabaya. Pelaku melancarkan aksinya menggunakan mobil ambulans milik klinik tempatnya bekerja di kawasan Jalan Dharmahusada, Surabaya.
Aksi pencurian tersebut terjadi pada malam hari di wilayah Gubeng, Kota Surabaya, tepatnya pada Selasa malam (27 Juli 2026). Naufal mengambil empat kursi besi dengan bobot sekitar 35 kilogram masing-masing menggunakan ambulans jenis Suzuki APV.
Modus Operandi Pelaku
Naufal yang bekerja sebagai cleaning service di klinik tersebut mampu mengoperasikan ambulans dengan mengambil kunci kontak yang disimpan di ruang kebersihan, tanpa sepengetahuan pihak klinik. Ia memanfaatkan waktu malam saat klinik tidak beroperasi untuk melakukan pencurian.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Gubeng, Ipda Dwi Santoso, pelaku sudah beraksi sebanyak tujuh kali dengan target yang sama, yakni kursi besi milik Pemkot Surabaya. Kursi-kursi hasil curian kemudian dijual kepada penadah besi tua.
Penemuan Kasus dan Penanganan
Kasus ini terungkap setelah Satpol PP Kota Surabaya melakukan patroli rutin di kawasan Jalan Kaliwaron, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng pada Selasa pagi (23 Juni 2026). Saat patroli yang awalnya ditujukan untuk mengawasi bangunan liar, petugas menemukan dua kursi taman yang diduga merupakan aset Pemkot Surabaya di sebuah tempat penjualan barang bekas.
Petugas kemudian mengonfirmasi bahwa kursi tersebut memang milik Pemkot dan sudah berada di atas timbangan. Seorang pria yang datang menggunakan sepeda motor dimintai keterangan dan menunjukkan surat jalan yang diduga palsu. Selanjutnya, Satpol PP membawa terduga pelaku dan pihak pengepul ke Polsek Gubeng untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Plt Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irna Pawanti, menduga pengepul sudah mengetahui bahwa kursi tersebut milik Pemkot karena terdapat logo Pemkot Surabaya pada kursi dan biasanya pengepul menanyakan asal barang sebelum menerimanya.
Konteks dan Dampak
Pencurian aset milik pemerintah seperti kursi taman berdampak pada kerugian materi dan menurunkan fasilitas umum yang seharusnya dapat dinikmati masyarakat. Kasus ini menjadi perhatian aparat kepolisian dan pemerintah kota untuk meningkatkan pengawasan terhadap aset publik serta mencegah tindakan serupa di masa mendatang.
Penanganan kasus ini menunjukkan koordinasi antara Satpol PP dan Polsek setempat dalam mengungkap jaringan pencurian serta penjualan barang hasil curian. Proses hukum terhadap pelaku dan penadah sedang berjalan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











