Mantan Ketua DPR Filipina Ditangkap, Diduga Terima Suap Rp1,8 Triliun Terkait Proyek Pengendalian Banjir
M-Radar News, Manila – Mantan Ketua DPR Filipina Martin Romualdez ditangkap pada Senin, 7 September 2026, terkait dugaan korupsi proyek pengendalian banjir dan pembangunan infrastruktur. Romualdez diduga menerima uang suap senilai 118 juta dolar AS.
Romualdez yang merupakan sepupu Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. ditangkap di sebuah rumah sakit di Kota San Juan. Surat perintah penangkapan disampaikan kepada Romualdez di kamar tempat ia menjalani perawatan di Cardinal Santos Medical Center.
Mantan Ketua DPR tersebut sebelumnya mundur dari jabatannya pada tahun lalu. Meski demikian, ia masih menjadi anggota Kongres yang mewakili Provinsi Leyte.
Romualdez telah berulang kali membantah tuduhan keterlibatannya dalam skandal korupsi yang berkaitan dengan pengalihan dana publik. Dana tersebut semestinya digunakan untuk membiayai program pengendalian banjir dengan nilai mencapai 9,8 miliar dolar AS.
Penangkapan dilakukan beberapa jam setelah Ombudsman Filipina, mengumumkan pengajuan dakwaan plunder atau penjarahan kekayaan negara terhadap Romualdez. Perkara tersebut telah dilimpahkan ke pengadilan antikorupsi.
Romualdez sebelumnya mendatangi Cardinal Santos Medical Center pada Senin sore. Menteri Dalam Negeri Filipina Jonvic Remulla mengatakan, Romualdez menjalani perawatan karena mengalami masalah kardiovaskular, tekanan darah tidak stabil, serta serangan kecemasan.
Jonvic Remulla turut mendampingi aparat kepolisian ketika surat perintah penangkapan disampaikan di rumah sakit. Ia menegaskan Romualdez akan dipindahkan ke penjara kota setelah mendapat izin dari dokter.
“Dia tidak bisa bersembunyi di balik kekayaannya,” kata Jonvic Remulla dikutib nytimes.com, pada Senin (7/9/2026).
Sementara itu, Ombudsman Filipina Jesus Crispin Remulla mengatakan, penyelidikan telah dilakukan sebelum perkara tersebut diajukan ke pengadilan antikorupsi. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci bukti maupun dasar yang digunakan dalam pengajuan dakwaan.
Jesus Crispin menyebut, perkara terhadap Romualdez sebagai “yang pertama dari banyak dakwaan” yang akan diajukan terkait skandal tersebut.
Mantan Sekretaris Pekerjaan Umum (PU) Filipina, Manuel Bonoan disebut akan menjadi salah satu saksi dalam perkara ini.
Penangkapan Romualdez juga terjadi lebih dari sebulan setelah Presiden Marcos dalam pidato kenegaraannya menyatakan, bahwa sejumlah kasus akan diajukan terhadap sepupunya tersebut.
Skandal Pengendalian Banjir
Skandal dugaan korupsi proyek pengendalian banjir mencuat setelah Marcos pada tahun lalu menyampaikan pidato yang mempromosikan program tersebut. Tak lama kemudian, Filipina dilanda banjir besar yang menyebabkan kerusakan parah di sejumlah wilayah.
Pada Agustus tahun lalu, Marcos mengakui program pengendalian banjir multi-tahun senilai 9,8 miliar dolar AS tersebut telah diwarnai praktik korupsi.
Presiden kemudian membentuk komisi independen untuk menyelidiki dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut. Marcos juga berjanji menindak pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Kasus ini kemudian berkembang menjadi salah satu krisis politik yang dihadapi pemerintahan Marcos.
Banjir menjadi salah satu bencana yang kerap melanda Filipina, dan menelan korban jiwa setiap tahunnya. Sepanjang 2026, sedikitnya 30 orang dilaporkan meninggal akibat hujan lebat, sementara ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












