BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan Program PEKA, Dana Santunan Kematian Jadi Modal Usaha

BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan Program PEKA, Dana Santunan Kematian Jadi Modal Usaha

M-Radar News, Tuban – BPJS Ketenagakerjaan bersama PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tbk Pabrik Tuban meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA), Senin, 20 Juli 2026.

Program ini dirancang untuk mengoptimalkan manfaat santunan kematian dengan mengubahnya menjadi modal usaha produktif bagi ahli waris peserta yang meninggal dunia.

Selama ini, dana santunan kematian sering habis untuk kebutuhan konsumtif jangka pendek. PEKA hadir sebagai solusi agar dana tersebut diarahkan ke usaha yang dikelola secara profesional.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Irvansyah Utoh Banjal menjelaskan, bahwa program ini menjawab tantangan nyata. Kewajiban utama BPJS adalah menyampaikan santunan, namun pendampingan dibutuhkan agar ekonomi keluarga tetap terjaga.

“Kami tidak hanya menyerahkan santunan, tetapi juga bertindak sebagai fasilitator yang menghubungkan ahli waris dengan mitra strategis. Kami menerapkan konsep 3P, yakni Pelatihan, Produktif, dan Profit, agar mereka mendapatkan keterampilan teknis, pendampingan usaha, hingga akses ke pasar digital,” ujar Irvansyah.

Dukungan penuh datang dari pihak industri. General Manager PT SBI Tbk, Priyatno menyatakan, bahwa perusahaannya telah mengintegrasikan PEKA ke dalam strategi pemberdayaan ekonomi. Fokus SBI adalah mengawal peserta hingga benar-benar mandiri.

“Kolaborasi ini menjadi solusi krusial bagi kendala modal yang sering dihadapi pelaku usaha binaan di wilayah Ring 1 perusahaan. Dengan dukungan BPJS Ketenagakerjaan, SBI akan fokus mengoptimalkan pendampingan usaha serta perluasan jangkauan pemasaran produk,” jelas Priyatno.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban, Agus Wijaya mengatakan, pemerintah daerah akan mendukung seluruh pelaku usaha termasuk ahli waris BPJS. Dorongan pemasaran produk hingga ritel modern akan dilakukan.

“Nantinya akan tetap ada monev, tapi seluruh produk akan kami dorong untuk memasarkan ke ritel modern hingga pasar digital. Tentu pemerintah daerah akan membersamai mereka agar lebih berdaya,” katanya.

Melalui program PEKA, para ahli waris tidak hanya diharapkan bertahan secara ekonomi, tetapi juga berkembang menjadi pelaku usaha yang tangguh dan mandiri.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup