Honda Odyssey Lawas Masih Jadi Mobil Impian, Ada yang Rela Rawat Berbulan-bulan

Honda Odyssey Lawas Masih Jadi Mobil Impian, Ada yang Rela Rawat Berbulan-bulan

M-Radar NewsHonda Odyssey lawas masih menjadi mobil impian bagi sejumlah penggemar otomotif di Indonesia. Berbeda dengan mobil MPV pada umumnya yang digunakan untuk aktivitas harian, Odyssey lawas justru sering disimpan dan dirawat secara khusus oleh pemiliknya, bahkan ada yang rela menginap berbulan-bulan di bengkel demi menjaga kondisi mobil tetap prima.

Akbar, pemilik bengkel Akbar Car Service di Jatiasih, Bekasi, menjelaskan bahwa pola perawatan tersebut muncul dari cerita pelanggan yang datang ke bengkelnya. Ia menangani berbagai generasi Honda Odyssey, mulai dari RB1 hingga RB3, dengan kebutuhan perawatan yang bervariasi.

“Rata-rata pemilik Odyssey memiliki lebih dari satu mobil. Mereka biasanya menggunakan Odyssey untuk perjalanan jarak jauh atau akhir pekan. Meskipun ada yang menjadikan mobil ini sebagai kendaraan harian, kebanyakan memakai untuk jarak jauh,” ujar Akbar.

Honda Odyssey RB1 keluaran 2004 yang sudah dikonversi ke model facelift dan dilengkapi dengan komponen tambahan seperti Mugen, menurut Akbar, masih tampil modern meskipun usianya sudah lebih dari dua dekade. Fitur-fitur menarik pada mobil ini juga menjadi daya tarik tersendiri, seperti pengaturan jok baris ketiga secara elektrik, serta kemampuan melipat jok baris kedua dan ketiga hingga membentuk permukaan rata. Mobil ini juga dilengkapi sunroof yang menambah kenyamanan.

Akbar menambahkan bahwa banyak pemilik Odyssey yang sudah mengidamkan mobil ini sejak masa sekolah atau kuliah. Mereka menjadikan Odyssey sebagai mobil pertama yang akan dibeli saat sudah memiliki dana. Oleh karena itu, perawatan mobil ini dilakukan dengan sangat serius dan teliti.

Beberapa unit Odyssey di bengkel Akbar bahkan menjalani proses perbaikan dan modifikasi yang memakan waktu hingga berbulan-bulan. Contohnya adalah konversi model facelift dan perubahan sistem penggerak dari depan (FWD) menjadi penggerak depan-belakang (AWD), yang memerlukan pengerjaan rumit dan teliti.

“Kalau mobil dipakai harian, biasanya tidak sampai menginap sebulan di bengkel. Namun, untuk Odyssey, ada yang sampai tiga bulan karena modifikasi dan konversi tersebut,” jelas Akbar.

Menurut Akbar, daya tarik Honda Odyssey lawas terletak pada desain yang timeless dan fitur yang masih relevan hingga kini. Bahkan ketika digunakan dalam perjalanan jarak jauh dan berhenti di rest area, mobil ini sering menarik perhatian penggemar otomotif lain yang mengira mobil tersebut merupakan keluaran terbaru.

Honda Odyssey lawas bukan sekadar kendaraan, melainkan sebuah mobil impian yang memiliki nilai sentimental tinggi bagi pemiliknya. Keberadaan mobil ini tetap dipertahankan dengan perawatan intensif, membuktikan bahwa mobil lawas dapat tetap relevan dan diminati di tengah perkembangan otomotif yang pesat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup