Musim Durian Jadi Berkah Tersendiri Bagi Masyarakat
M-Radar News, Bintuhan – Musim durian yang tiba di Kabupaten Kaur dan sekitarnya membawa berkah tersendiri bagi masyarakat. Para pedagang durian musiman mulai bermunculan di berbagai ruas jalan, seperti di Lapangan Merdeka Bintuhan, sepanjang jalan Kecamatan Kaur Selatan, hingga kawasan Padang Guci.
Kehadiran mereka tidak hanya menambah semarak suasana, tetapi juga menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga selama masa panen berlangsung. Saat ini, sentra durian terbanyak di Kabupaten Kaur berada di Desa Manau 9, Kecamatan Padang Guci Hulu.
Salah seorang penjual durian, Vera, mengaku bahwa selama musim durian berlangsung dalam dua pekan terakhir, Desa Manau 9 ramai didatangi warga. Warga yang datang tidak hanya dari Kecamatan Padang Guci, tetapi juga dari kecamatan lain seperti Kaur Selatan.
“Iya memang lagi musim di desa kami. Udah 2 minggu terakhir ini desa kami ramai sama orang yang ingin beli durian,” ujar Vera dalam keterangan resminya, pada Rabu, 15 Juli 2026.
Vera mengaku musim durian menjadi berkah tersendiri baginya karena memberikan penghasilan tambahan. Terlebih, buah durian yang ia jual merupakan hasil dari kebun sendiri. Harga durian yang dijualnya bervariasi sesuai ukuran.
Untuk buah durian ukuran kecil dibanderol Rp10.000 per buah, sedangkan ukuran paling besar Rp50.000 hingga Rp55.000 per buah. Jika terdapat buah durian jumbo, harganya bisa mencapai Rp70.000.
Vera menyebut, hasil panen buah durian tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. “Kalau lagi musim durian, alhamdulillah kami bisa punya penghasilan tambahan. Yang kami jual ini kan buah dari kebun kami sendiri, jadi lumayan sekali kalau lagi musim durian seperti ini,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga Kota Bintuhan, Kecamatan Kaur Selatan, Sari, mengaku sengaja datang ke Desa Manau 9 untuk berburu durian. Hal ini karena desa tersebut merupakan sentra durian di Kabupaten Kaur pada musim kali ini.
Selain itu, jika membeli durian di desa ini, pembeli akan mendapatkan buah yang masih segar karena buah yang dijual warga bukan hasil peraman. Kebanyakan warga desa ini, ketika mendapatkan buah durian dari kebun, langsung menjualnya. Maka tak heran jika melewati Desa Manau 9, setiap rumah pasti ada buah durian yang dijual di depan rumah.
“Ya memang hari ini saya sengaja ke Desa Manau 9 ini untuk berburu durian. Kita kalau beli di sini itu bisa dapat buah yang segar dan harganya juga lebih murah,” ujarnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












