Mengabdi Tanpa Digaji: Cerita Iin Berbagi Ilmu di Sekolah Anak Jalanan

Mengabdi Tanpa Digaji: Cerita Iin Berbagi Ilmu di Sekolah Anak Jalanan

M-Radar News, Jakarta –

Kristina Iin Dwiyanti telah mengabdikan dirinya tanpa menerima gaji tetap selama puluhan tahun di Sekolah Alternatif Anak Jalanan (Saaja) di Jakarta Selatan. Ia berbagi ilmu dan membimbing anak-anak dari keluarga kurang mampu yang rentan berada di jalanan, sekaligus menjabat sebagai kepala sekolah yang menjaga kelangsungan operasional Saaja.

Sejak bergabung sebagai relawan pada 1999, Iin melanjutkan amanah dari almarhum pendiri Saaja, Farid Faqih, untuk memastikan sekolah ini tetap berjalan bagi anak-anak yang membutuhkan pendidikan dasar. Saaja awalnya lahir dari keprihatinan terhadap banyak anak yang tak bersekolah, seringkali harus membantu orang tua mencari nafkah.

Lahir dari Keprihatinan

Farid Faqih bersama para relawan sebelumnya menjalankan kegiatan sosial melalui Lembaga Swadaya Masyarakat Pangan untuk Rakyat Miskin, termasuk pendistribusian bantuan pangan. Dalam prosesnya, mereka menemukan banyak anak-anak yang tidak mendapatkan akses pendidikan dan masih harus bekerja di jalanan.

Melihat kondisi ini, Farid mengajak relawan untuk mulai memberikan pembelajaran dasar seperti membaca dan menulis kepada anak-anak tersebut, meskipun mereka tetap membantu orang tua terlebih dahulu. Kegiatan belajar yang awalnya hanya diikuti oleh tiga hingga lima anak itu kemudian berkembang menjadi Saaja, yang kini fokus pada pendidikan anak usia dini setingkat taman kanak-kanak dari keluarga prasejahtera.

Mengajar di Tengah Keterbatasan

Di Saaja, proses belajar mengajar mengikuti kurikulum TK pada umumnya, meliputi bahasa, kognitif, keterampilan, dan kreativitas dengan tema yang relevan seperti diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Untuk siswa TK B, materi difokuskan sebagai persiapan memasuki sekolah dasar.

Meski demikian, tantangan muncul dari kondisi dan karakter anak yang beragam. Guru tidak memaksakan anak yang kehilangan semangat belajar, melainkan mencari cara agar mereka kembali tertarik dan fokus. Iin menegaskan bahwa tugas guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun konsentrasi dan semangat anak dalam belajar.

Dedikasi Tanpa Gaji Tetap

Para guru di Saaja tidak menerima gaji tetap. Sejak awal berdiri hingga sekarang, mereka mengajar secara sukarela dengan penggantian biaya transportasi jika dana memungkinkan. Meskipun demikian, komitmen untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak yang membutuhkan tetap dijaga dengan penuh semangat.

Iin merasa keberadaan Saaja sangat penting karena masih banyak anak-anak yang belum mendapat akses pendidikan. Ia juga melihat perkembangan positif dari anak-anak yang mulai mengenal pelajaran dasar dan membangun kepercayaan diri, yang menjadi motivasi utamanya untuk terus mengabdi.

Pentingnya Pendidikan Usia Dini

Pendidikan pada usia dini sangat krusial sebagai pondasi karakter dan perkembangan anak. Iin menilai peran Saaja sebagai tempat pembentukan dasar yang kuat bagi anak-anak yang rentan tersebut sangat berarti bagi masa depan mereka.

Bagi Iin, pengabdiannya bukan tentang materi, melainkan tentang waktu dan tenaga yang ia miliki yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat melalui pendidikan. Dengan semangat tersebut, ia terus memastikan kegiatan belajar mengajar di Saaja berjalan dengan baik demi masa depan anak-anak yang lebih cerah.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup