Peserta Peksimida Jambi 2026 Naik Signifikan, Kini Gunakan Sistem Digital
M-Radar News, Jambi – Jumlah peserta Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Provinsi Jambi tahun 2026 melonjak tajam. Jika pada 2024 hanya diikuti 67 peserta, tahun ini tercatat 167 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi ambil bagian. Peningkatan ini menunjukkan minat mahasiswa terhadap pengembangan seni semakin besar.
Ketua Badan Pengembangan Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Provinsi Jambi, Prof. Dr. Fauzi Syam, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Peksimida 2026 menjadi yang pertama memanfaatkan website resmi BPSMI. Sistem digital ini digunakan sebagai platform terpadu untuk pendaftaran peserta, jadwal lomba, lokasi kegiatan, hingga pengumuman juara.
“Dengan sistem ini, Jambi menjadi salah satu dari tiga wilayah di Indonesia yang telah menerapkannya setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kehadiran website ini menunjukkan Jambi siap diperhitungkan di Peksiminas 2026,” ujar Fauzi Syam pada 22 Juli 2026.
Pemanfaatan sistem digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyelenggaraan. Selain itu, tata kelola kompetisi seni mahasiswa juga diharapkan semakin kuat dan transparan.
Menurut Fauzi Syam, lonjakan peserta tahun ini tidak terlepas dari sosialisasi yang gencar dilakukan pihaknya. Sosialisasi dilakukan melalui media sosial dan kunjungan langsung ke perguruan tinggi di Jambi.
“Kami juga melibatkan para duta seni dari masing-masing kampus untuk mempromosikan Peksimida. Hasilnya, antusiasme mahasiswa sangat tinggi,” tambahnya.
Peksimida Jambi 2026 mempertandingkan berbagai cabang seni, antara lain seni tari, seni musik, seni teater, seni sastra, dan seni rupa. Setiap perguruan tinggi mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk berkompetisi.
Para peserta akan melalui serangkaian seleksi di tingkat kampus sebelum akhirnya tampil di tingkat provinsi. Proses seleksi ini juga didukung oleh sistem digital untuk memudahkan koordinasi.
“Dengan sistem online, pendaftaran dan pengumpulan data peserta menjadi lebih cepat. Kami juga bisa memantau perkembangan persiapan setiap kampus secara real-time,” jelas Fauzi Syam.
Selain itu, website BPSMI Jambi menyediakan informasi lengkap mengenai jadwal lomba dan lokasi kegiatan. Hal ini memudahkan peserta dan panitia dalam mengakses informasi terbaru.
Fauzi Syam berharap, penerapan sistem digital ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Ia optimistis Jambi mampu bersaing di ajang Peksiminas 2026 yang akan diikuti oleh perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia.
“Kami ingin Jambi tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi tuan rumah yang baik. Dengan sistem yang sudah ada, kami siap berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.
Peningkatan jumlah peserta dan penggunaan sistem digital menjadi angin segar bagi perkembangan seni mahasiswa di Jambi. Para mahasiswa pun menyambut positif inovasi ini.
Salah satu peserta, Rina, mahasiswa Universitas Jambi, mengaku terbantu dengan adanya website resmi. “Informasi jadi lebih mudah diakses. Kami tidak perlu bingung mencari jadwal atau lokasi lomba,” katanya.
Dengan persiapan yang matang, Peksimida Jambi 2026 diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit seniman muda berbakat. Ajang ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas dan bakat seni mereka.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendaftaran peserta masih berlangsung. Panitia menargetkan jumlah peserta bisa bertambah hingga 200 mahasiswa sebelum penutupan pendaftaran.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












