Cerita Warga Saat Gempa M 7,7 Landa NTT Anak Masih Tidur, Plafon Rumah Roboh
M-Radar News, Nusa Tenggara Timur –
<pGempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026, meninggalkan cerita pilu bagi warga Desa Gorontalo, Kabupaten Manggarai Barat. Salah satunya adalah Suryati, yang mengalami kerusakan rumah dan trauma akibat kejadian tersebut.
Guncangan keras gempa dirasakan saat Suryati sedang berada di kamar mandi untuk mengambil wudu dan bersiap salat Subuh. Anak-anaknya masih tertidur di dalam rumah ketika gempa terjadi. Suaminya sempat menarik anak-anak keluar terlebih dahulu, sementara Suryati menyusul dari belakang.
Kerusakan Rumah Akibat Gempa
Meski tidak ada anggota keluarga yang terluka akibat reruntuhan, rumah Suryati mengalami kerusakan signifikan. Plafon di dua ruangan, yakni kamar dan ruang tamu, jebol. Selain itu, bata gunungan rumah mengalami kerusakan, kaca pecah, dan instalasi rumah juga rusak.
Trauma dan Dampak Psikologis
Suryati mengaku masih trauma setelah merasakan gempa. Ia sedih melihat anak-anaknya ketakutan dan gemetar akibat kejadian tersebut. Untuk sementara, Suryati dan keluarganya memilih mengungsi ke Wenmata karena kondisi rumah yang penuh debu dan berpotensi mengganggu pernapasan.
Dampak Gempa dan Tsunami di NTT
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT juga memicu tsunami dengan ketinggian tertinggi mencapai 0,94 meter di beberapa wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Hingga Minggu pagi, Badan SAR Nasional (Basarnas) mencatat 51 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka-luka atau luka berat. Sejumlah rumah dan fasilitas umum juga mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.
Petugas penyisiran bangunan dan penanganan darurat terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan memulai proses pemulihan pasca bencana.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












