Kebakaran Gunung Gede Pangrango Belum Padam, Polisi Terjunkan Pleton Bawa APAR
M-Radar News, Jawa Barat –
Kebakaran lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di Jawa Barat masih belum padam hingga 9 Agustus 2026. Puluhan personel gabungan, termasuk polisi, diterjunkan untuk membantu proses pemadaman api yang telah berlangsung sejak Kamis (6/8).
Minimnya peralatan dan kondisi fisik yang kelelahan menjadi tantangan utama para relawan yang tengah berjuang memadamkan api. Para relawan, termasuk dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), mengandalkan peralatan seadanya seperti batang kayu dan kain basah. Selain itu, keterbatasan pasokan makanan dan minuman serta medan yang sulit dijangkau semakin menguras tenaga mereka.
Relawan Nicko Rastagil menyatakan bahwa titik api terus bermunculan dan merembet dengan cepat karena kondisi area yang kering, menyebabkan kobaran api meluas. Ia memperkirakan sekitar 15 hektare kawasan TNGGP, mulai dari Alun-alun Suryakencana hingga Kawah Wadon, telah terbakar dan area yang terdampak berpotensi bertambah jika penanganan tidak dilakukan segera.
Peran Polisi dalam Pemadaman
Polres Cianjur menerjunkan satu pleton personel yang dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR) dan batang rotan (gepyok) untuk mempercepat proses pemadaman. Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi menyampaikan bahwa personel yang diterjunkan memiliki kualifikasi dalam penanganan kebakaran lahan dan bencana sehingga diharapkan penanganan kebakaran dapat berjalan efektif.
Selain polisi, personel TNI, relawan, dan warga sekitar juga turut bahu-membahu dalam pemadaman. Mereka menggunakan metode estafet membawa air dengan jerigen atau kompan karena jarak titik api ke sumber air terdekat cukup jauh, mencapai sekitar 5 kilometer.
Tantangan Pemadaman Kebakaran
- Peralatan Terbatas: Relawan mengandalkan alat seadanya seperti kain basah dan batang kayu.
- Kondisi Fisik: Medan sulit dan pasokan makanan-minuman terbatas menyebabkan kelelahan tinggi pada relawan.
- Medan Sulit: Lokasi kebakaran yang sulit dijangkau memperlambat proses pemadaman.
- Penyebaran Api Cepat: Api menjalar dengan cepat karena kondisi area yang kering dan luas.
Pentingnya Penanganan Cepat
Penanganan kebakaran di kawasan konservasi seperti TNGGP sangat krusial untuk mencegah kerusakan ekosistem dan kehilangan keanekaragaman hayati. Kecepatan dan ketepatan kerja relawan dan petugas menjadi kunci untuk membatasi meluasnya kebakaran.
Koordinasi antara berbagai pihak, termasuk kepolisian, TNI, relawan, dan masyarakat sekitar, menjadi faktor penting dalam upaya pemadaman yang efektif. Dengan dukungan peralatan yang memadai dan kondisi fisik yang prima, diharapkan api dapat segera dikendalikan dan area terdampak dapat diminimalkan.
Kebakaran ini menjadi peringatan akan pentingnya kesiapsiagaan dan pengelolaan kawasan hutan dan taman nasional agar kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











