Kebakaran Gunung Gede Pangrango Masih Terjadi, Polisi Terjunkan Pleton Bawa APAR

Kebakaran Gunung Gede Pangrango Masih Terjadi, Polisi Terjunkan Pleton Bawa APAR

M-Radar News, Jawa Barat – Kebakaran lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) masih berlangsung hingga Minggu (9/8). Puluhan personel gabungan dari kepolisian, TNI, relawan, dan warga setempat dikerahkan untuk memadamkan api yang melahap sekitar 15 hektare kawasan hutan di area tersebut.

Kebakaran yang bermula sejak Kamis (6/8) ini terus meluas, terutama di kawasan Alun-alun Suryakencana hingga Kawah Wadon. Kondisi medan yang sulit ditempuh dan minimnya peralatan menjadi tantangan utama bagi para relawan yang berjuang memadamkan api dengan metode sederhana seperti menggunakan batang kayu dan kain basah.

Peran Polisi dalam Penanganan Kebakaran

Polres Cianjur telah mengerahkan satu pleton personel yang dilengkapi dengan alat pemadam api ringan (APAR) dan gepyok, alat dari batang rotan untuk mempercepat proses pemadaman. Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi menyampaikan bahwa personel yang diterjunkan telah memiliki kualifikasi dalam penanganan kebakaran lahan dan bencana sehingga diharapkan penanganan berjalan efektif.

Selain polisi, personel TNI, relawan, dan warga sekitar juga berperan aktif dalam memadamkan api. Mereka secara bergantian membawa air menggunakan jerigen hingga jarak hampir lima kilometer dari sumber air terdekat ke titik kebakaran. Hal ini menjadi upaya strategis mengingat lokasi kebakaran jauh dari sumber air.

Kendala dan Upaya Relawan

Relawan yang berasal dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) mengungkapkan keterbatasan peralatan dan kelelahan fisik menjadi kendala utama. Selain itu, ketersediaan makanan dan minuman juga terbatas sehingga menambah beban pada proses pemadaman.

Menurut Nicko Rastagil dari APGI, selain peralatan yang memadai, penanganan kebakaran membutuhkan keahlian dan keterampilan khusus untuk memastikan api dapat dipadamkan dengan cepat dan tepat agar tidak terus meluas.

Dampak Kebakaran dan Pentingnya Penanganan Cepat

Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare dan berpotensi terus bertambah jika tidak segera ditangani. Kebakaran ini mengancam kelestarian hutan di kawasan TNGGP yang merupakan kawasan konservasi penting di Jawa Barat.

Penanganan cepat dan terkoordinasi antara berbagai pihak menjadi kunci agar kebakaran dapat dikendalikan dan dampak kerusakan lingkungan dapat diminimalisir.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup