Kebakaran Hutan Gunung Bromo Terus Meluas, Kini Capai 520 Hektare

Kebakaran Hutan Gunung Bromo Terus Meluas Imbas Angin, Kini Capai 520 Hektare

M-Radar News, ProbolinggoKebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), terus meluas akibat hembusan angin kencang. Luas lahan yang terdampak kini mencapai 520 hektare, meningkat signifikan dari data sebelumnya sekitar 176 hektare.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan, kebakaran kembali membesar sejak Sabtu malam. Api tidak hanya membakar tebing, tetapi juga merambat ke area savana Gunung Bromo.

Angin kencang yang bertiup sejak Sabtu siang mempercepat penyebaran api dari tebing ke bawah, membakar vegetasi berupa rerumputan dan tanaman kering di kawasan tersebut.

Faktor Penyebab dan Dampak

Selain angin, kondisi frost turut memperparah kebakaran sehingga api meluas dengan cepat. Api bahkan menyeberangi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT), dan membakar savana di sekitarnya.

Selain itu, sisa-sisa rumput yang terbakar terlihat jelas di kawasan savana dan beberapa bagian JLKT di sisi Jemplang, Kabupaten Malang.

Upaya Pemadaman Kebakaran

Petugas gabungan masih melakukan patroli intensif di sepanjang JLKT untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul. Kepulan asap putih masih terlihat dari area tebing di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Untuk memadamkan api, helikopter water bombing dikerahkan dan terlihat hilir mudik mengisi air di kawasan Ranu Pani sebelum melakukan penyiraman di area terdampak.

Dari sisi darat, kendaraan petugas juga melintasi jalur Jemplang menuju area tebing untuk mendukung penanganan kebakaran. Upaya ini diharapkan mampu menekan penyebaran api dan melindungi kawasan TNBTS yang memiliki nilai ekosistem dan pariwisata tinggi.

Kebakaran di kawasan TNBTS bukan hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam keanekaragaman hayati dan kegiatan pariwisata di Gunung Bromo.

Penanganan cepat dan efektif sangat krusial untuk mencegah kerusakan lebih luas serta menjaga kelestarian taman nasional yang menjadi salah satu ikon alam Jatim.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup