Penangkapan Setelah Aksi Protes Anti-Imigrasi dan Aksi Balasan di Bristol City

Penangkapan Setelah Aksi Protes Anti-Imigrasi dan Aksi Balasan di Bristol City

M-Radar News, Bristol City Sepuluh orang telah ditangkap setelah berlangsungnya aksi protes anti-imigrasi dan aksi balasan yang memadati pusat kota Bristol. Demonstrasi dimulai sekitar pukul 10:30 BST di Queen’s Square, kemudian berlanjut ke Bristol Bridge, depan Kantor Polisi Bridewell, dan berakhir di Cenotaph.

Menurut polisi Avon dan Somerset, sekitar 150 pengunjuk rasa anti-imigrasi dan 300 pengunjuk rasa tandingan turut serta dalam aksi tersebut. Sementara itu, Kepala Inspektur Sementara Gareth Bank menyatakan adanya “pockets of disorder” atau gangguan kecil, khususnya di sekitar Cenotaph selama aksi berlangsung.

Dari sepuluh orang yang ditangkap, enam di antaranya diduga melanggar aturan baru yang melarang penyembunyian identitas dengan menggunakan penutup wajah di zona yang ditetapkan oleh polisi selama protes berlangsung. Aturan ini baru diterapkan untuk mendukung penegakan hukum di lokasi demonstrasi.

Kejahatan lain yang diduga dilakukan oleh para tersangka meliputi serangan dengan pemukulan, menyerang petugas darurat, menghalangi jalan umum, serta tindakan yang menyebabkan gangguan, ketakutan, atau intimidasi. Selain itu, penggunaan kata-kata atau perilaku yang mengancam dan bertindak secara tidak tertib juga menjadi dasar penahanan.

Aksi protes tersebut menimbulkan gangguan di pusat kota Bristol, dengan penutupan beberapa jalur utama untuk lalu lintas. Beberapa pasangan yang hendak menikah di Kantor Catatan Sipil Bristol bahkan harus melewati barikade polisi untuk mencapai lokasi.

Peristiwa ini mencerminkan ketegangan yang masih terjadi di kota-kota Inggris terkait isu imigrasi dan respons masyarakat setempat terhadapnya. Pihak kepolisian terus memantau situasi untuk mencegah eskalasi dan menjaga keamanan publik.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup