Mantan Anggota Parlemen Thailand Ditangkap atas Kasus Penembakan Pejabat Pemerintah Lokal di Nonthaburi
M-Radar News, Nonthaburi – Mantan anggota parlemen Thailand, Chalong Riewrang, ditangkap polisi pada Senin (10/8/2026), setelah diduga menembak dan melukai seorang pejabat pemerintah daerah serta sopirnya di Provinsi Nonthaburi, kawasan yang terletak di utara Bangkok.
Peristiwa penembakan ini terjadi hanya beberapa hari setelah insiden penembakan di sebuah sekolah di provinsi yang sama yang menimbulkan kekhawatiran terkait pengendalian senjata api di Thailand.
Kepala Polisi Nonthaburi, Mayor Jenderal Dejrapee Kongdee menyatakan, bahwa Chalong telah diamankan dan sedang diperiksa terkait motif di balik penembakan tersebut.
Korban yang terkena tembakan adalah Thongchai Yenprasert, ketua Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi, dan sopirnya. “Keduanya kini menjalani perawatan di rumah sakit, dengan Thongchai mengalami luka serius,” lanjutnya.
Beberapa laporan lokal menyebutkan, bahwa perselisihan pribadi mungkin menjadi penyebab penembakan, meskipun pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi mengenai hal ini.
Chalong pernah menjabat sebagai anggota parlemen selama tiga periode, terakhir di bawah partai Pheu Thai dan sebelumnya berafiliasi dengan partai Perdana Menteri Anutin Charnvirakul.
Dalam wawancara singkat dari kantor polisi, Chalong menyatakan bahwa korban memiliki rasa marah terhadap dirinya dan menuntut tanggung jawab atas suatu masalah keuangan yang belum diselesaikan.
Insiden ini terjadi di tengah keprihatinan nasional atas penggunaan senjata api setelah seorang remaja berusia 14 tahun melakukan penembakan massal di Debsirin Nonthaburi School pada Jumat sebelumnya, yang menewaskan sembilan orang termasuk pelaku dan melukai lebih dari 20 lainnya.
Sekolah-sekolah di wilayah tersebut kini menerapkan pemeriksaan keamanan ekstra, termasuk penggunaan detektor logam, sebagai upaya pencegahan.
Thailand memiliki tingkat kepemilikan senjata api yang tinggi di kawasan Asia Tenggara, dengan perkiraan sekitar 10 juta senjata yang beredar, atau sekitar satu senjata untuk setiap tujuh warga.
Kasus penembakan berulang yang melibatkan tokoh politik dan insiden penembakan massal pelajar menimbulkan tekanan untuk memperketat regulasi senjata api di negara tersebut guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












